Peserta pelatihan berjumlah 10 orang yang berasal dari 10 desa di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan pendampingan ini adalah menggunakan pendekatan apresiatif dengan metode curah pendapat (brain storming), studi pustaka/studi dokumen, tanya jawab, diskusi, dan ceramah.


Acara dimulai dengan membuka kegiatan pendampingan alumni peserta pelatihan oleh petugas pendampingan dari Balai Banjarmasin.


Kegiatan pendampingan dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 30 s/d 31 Agustus 2023. Hari pertama dilaksanakan penyampaian progress kendala dan hasil dari pelaksanaan rencana kerja tindak lanjut (RKTL) masing-masing desa kemudian peserta lainnya menanggapi hasil penyampaian. Kemudian petugas pendamping melakukan pengayaan materi pelatihan. Hari kedua pendalaman aplikasi penyusunan analisa kelayakan usaha, sesi tanya jawab terkait implementasi RKTL selanjutnya dan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) lanjutan pasca pendampingan.


Kegiatan ditutup secara resmi oleh petugas pendampingan dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Banjarmasin